Senin, 25 Juni 2012

Petikan Masa Depan

Sepintas aku memikirkan cita-cita.
Hal lumrah yang fluktuatif, kadang berganti ganti cita-citaku ini.
Tapi bukan pula disebut cita-cita,
Lebih tepat disebut "petikan masa depan"


Ya, masa depan!
orang bilang, jika pria mencari wanita dengan masa lalu yang baik,
maka wanita pun berhak memilih sang pengisi hatinya yang prospek masa depannya baik.

Aku ingin mencatat road map masa depanku diantara dua tanda petik,
itulah kenapa aku menyebutnya "petikan masa depan"
Berikut baris "petikan masa depan" ku :



" بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ "

"Setelah aku lulus sarjana ini,
kemudian aku kan bekerja di sebuah perusahaan.
Menjadi seorang PSK (Pekerja Software Komersial),
mencari tau apa yang harus ku ketahui,
belajar apa yang harus ku pelajari,
dan berusaha mencari modal untuk usaha-usaha yg harus ku bangun."

"Tepatnya usaha IT,
tapi tak kupungkiri juga usaha lain, seperti jual beli pakaian, dan apapun yang bisa ku bangun!
Tak masalah kalau membuka usaha besi tua.
Tujuannya simple, hanya untuk memperkaya diri.
Lalu pertanyaannya: Buat apa?"

"Tentu tak ada yang menyangkal,
kita perkaya diri untuk membuat kita bahagia.
Apalah kaya kalau tak bahagia?
Apalah kaya kalau berangkat pagi, lalu pulang saat anak-anak ku sudah terlelap?
Apalah kaya kalau istri selalu tak merasakan keberadaan ku?
Padahal kata orang, istri menambah rezeki.
Kalau istri bahagia, mengalir pun doa,
tambah pula cinta suaminya, kerja jadi luar biasa,
rezeki melimpah, keluarga pun sejahtera"

"Inginku hidup sederhana.
Dengan rumah yang sederhana, tak perlu besar karena cukup dua anak saja.
Rumah dengan cukup 3 kamar, saling menghadap ke ruang keluarga.
Ruang keluarga yang luas dan multiguna,
untuk makan, untuk nonton TV, untuk karaokean, untuk sholat berjamaah, dan banyak kegiatan bersama.
Dengan begitu, tidak ada yang menonton TV ketika solat berjamaah,
tidak ada yang solat ketika sedang makan bersama,
bisa menonton TV saat makan,
kadang anak-anak kecil lebih suka disuapin sambil maen PlayStation, dan sebagainya."

"Intinya, lebih dekat, lebih rapat,
bertemu anak-anak lebih cepat,
membuat hubungan lebih hangat."

"Kalau ingin rumah besar, tak perlulah rumah kita,
mungkin bisa sewa atau  bangun villa,
di Bandung utara sana,
untuk menghiasi weekend nan indah"

"Itu sebagian road map saja,
selebihnya masih ada lagi yang lebih menantang!
Apa?"

"Aku ingin mengabdi untuk negara, INDONESIA.
Maka untuk memulainya,
kan kulanjutkan studiku pada umur 30 tahun.
dan kulanjutkan lagi studiku menjadi doktor."

"Sementara itu, komitmenku adalah memajukan penelitian dengna kekayaan yang kumiliki.
Penelitian dari mahasiswa-mahasiswa yang ambisius tapi kurang biaya.
Pemikiran-pemikiran jenius yang banyak terbunuh hanya karena kekurangan dana.
Akhirnya lari ke luar negeri, dan tak pernah kembali.
Padahal rumah kita penuh potensi.
Apa yang kurang di negeri ini?
Kata guru kami,
kita berada di tempat strategis dengan banyak potensi,
tapi apa yang terjadi?
Pusat energi dunia ini mati karena korupsi-korupsi,
dan masalah lain yang banyak merugi."

"Aku ingin membangun sebuah yayasan,
tapi bukan yayasan, karena seperti nama kampungan,
notabene dipandang sebelah mata oleh banyak orang tua zaman dulu yang lebih suka dengan kata NEGERI.
Kita bikin brand yang lebih keren : INDONESIAN SCIENTIST CENTER.
Tempat lalu lintas para peneliti,
mencari dana penelitian,
pusat penelitian,
pusat menimba motivasi,
pusat kekuatan negeri ini,
melahirkan para penerima nobel dunia."

"Sekolah doktoralku,
hanya untuk menambah pengaruh ku saja supaya lebih dekat dengan dunia penelitian.
Menjadi dosen dan peneliti yang selaras dengan mimpiku tadi."

"Tentu dukungan dari calon istriku sangat kubutuhkan.
Bersama, kami kembangkan penelitian di dunia kesehatan juga.
Dan di bidang apapun yang berpengaruh besar untuk dunia ini"

"Mudah rasanya kalau sekedar membuat petikan masa depan saja,
tapi tentu butuh kerja keras yang tiada berkedip dalam menatap semuanya.
Tiada yang bisa mewujudkan tanpa bantuan Tuhan Yang Maha Berkuasa.
Selalu tetap dalam lindungan dan hidayahnya,
semoga menjadi petikan masa depan yang bukan hanya mimpi saja.
Doakan aku ya kawan semua,
semoga kita bisa menjadi rekan dalam membangun Indonesia yang tidak dipandang sebelah mata"

"Amin"
"SMANGAD!"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar